Siulan Fadlan sikecil terus melengking tak beraturan. Benar benar tak menduga jika siulannya sudah bisa ngikuti irama lagu yang jadi pavoritnya. Suatu ketika dia bersiul meniru bunyi air yang mendidih, sontak aku pun beranjak kedapur hendak mematikan kompor, ternyata tak ada kompor yang menyala, selidik punya selidik ternyata anaku yang bersiul menyepertikan suara air yang mendidih. Fadlan tersenyum, tahu bapaknya tertipu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar