Kampanye Pemilu Legislatif 2014 sudah memasuki masa akhir. Ada 2 hari masa tenang yang diberikan kpu kepada rakyat untuk mempersiapkan diri memasuki masa pemilihan di TPS TPS. Dua hari masa tenang merupakan waktu yang paling berarti. Sudahkah kita menentukan pilihan, jika belum buka kembali koran-koran lama masa kampanye atau buka file berita media online di internet, mudah mudahan anda mendapatkan informasi yang cukup untuk menentukan pilihan saat memasuki TPS nanti.
Tapi jangan berharap bisa anda lihat iklan kampanye di TV
atau Radio saat masa tenang karena itu terlarang. Atau mengundang caleg
melakukan tatap muka dengan anda dan memberikan informasi seputar visi misi
sebagai calon legilatif atau visi misi partainya, hal itu pun tentu sangat
terlarang, bisa bisa si Caleg kena kartu merah alias dicoret dari daftar tetap
calegnya.
Meskipun demikian dimasa tenang kata para pengamat adalah
masa rawan, hal itu dikarenakan kebiasaan adanya gerakan ‘siluman’ sebuah
istilah untuk mengaitkan gerakan serangan pajar yakni pembagian uang atau
apapun yang sifatnya materi kepada rakyat agar nanti memilih salah satu partai
atau caleg tertentu. Percaya atau tidak katanya gerakan ini sangat ampuh untuk
menarik rakyat memilih salah satu partai atau caleg tertentu.
Masa tenang memang benar masa rawan bagi rakyat dalam
menentukan pilihan. Kegamangan ini sering dimanfaatkan oleh mafia politik untuk
ditransaksikan dengan parpol atau dengan caleg. Tapi masa tenang menurut sebagian
orang merupakan masa dimana kita akan menarik kesimpulan dari sekian parpol dan
para calegnya yang telah menawarkan programnya, apakah ada diantara para caleg
yang kongkrit dalam menawarkan programnya sehingga anda telah bulat dalam
menentukan pilihan.
Atau apakah anda termasuk yang tidak memahami
program-program yang ditawarkan tetapi anda sudah menentukan pilihan karena
anda termasuk seseorang yang sudah turun temurun memilih partai tertentu atau
anda termasuk orang yang ikut-ikutan karena keriuh rendahan ‘show of force’
kampanye didaerah anda. Apapun itu sah sah saja anda berargumen bahwa urusan
pilihan adalah urusan anda di bilik TPS.
Dalam catatan saya, hampir sebulan dilakukan kampanye,
hampir semua partai yang menawarkan program – programnya pembangunannya, semuanya
persis sama tidak ada bedanya kecuali partainya saja yang berbeda. Saya tidak
meilhat/mendengar partai menawarkan program program pembangunan dengan berbasis
idiologi plattform partainya. Saya kasih conto, pembangunan pemerintahan yang
bersih/anti korupsi, infrastruktur, pendidikan/kesehatan gratis bagi rakyat
mskin, dll semua partai menawarkan program program tersebut.
Jadi anda jangan berharap bisa memilih karena ada sesuatu
yang membedakan dari program-program pembangunanya yang ditawarkan partai
partai peserta pemilu 2014 ini, anda pasti akan kecewa. Penomena ini memberikan
pelajaran pahit bagi rakyat bahwasannya pemilu lima tahunan ini hanya ajang
penyegaran saja, penyegaran anggota legislatif dan penyegaran pemerintahan, dan
jangan berharap adanya perubahan yang penomenal karena tidak ada partai yang
menawarkan platform pembangunannya yang benar-benar berbasis idiologi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar