![]() |
| Kantor Dinas TPH Provinsi Jawa Barat |
Oleh : Elyas Alamsyah (*)(**)
Kemarau panjang pertengahan tahun 2023 akan terjadi di Jawa Barat, ada beberapa kecamatan di empat kabupaten yang terdampak kekeringan meteorologis yaitu Bandung Barat, Cirebon, Majalengka, dan Kuningan berstatus siaga.
Nenurut BMKG Jawa Barat, status siaga kekeringan
meteorologis itu tersebar di Kecamatan Padalarang dan Parongpong di Kabupaten
Bandung Barat. Kemudian Kecamatan Gegesik di Cirebon, Kecamatan Darma di
Kuningan, serta Kecamatan Jatiwangi, Lemah Sugih, dan Malausma.
Dampak kekeringan akibat El Nino tersebut jelas akan
berimbas pada sektor pertanian dan ketahanan pangan di Jawa Barat lantaran
ancaman minimnya pasokan air yang akan menghambat pertumbuhan komoditas
pertanian dan mengurangi hasil panen.
Sejauhmana pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan
antisipasi kaitan dengan dampak kekeringan pada sektor pertanian tersebut,
sehingga bakal mengganggu produksi pertanian terutama padi dan palawija yang
sangat bergantung terhadap ketersediaan air.
Pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal, atau
El Nino yang kita kenal merupakan suatu kondisi yang tidak bisa dihindari,
penomena El Nino umumnya berdampak pada berkurangnya curah hujan disuatu
wilayah.
Sebagai negara yang masih mengandalkan perekonomian dari
sektor pertanian, dampak adanya El Nino pasti akan terasa, sektor pertanian
dipasatikan bakal mengalami tekanan sehingga bakal mengurangi hasil produksi
bahkan gagal panen.
Mengingat dampak yang sangat luarbiasa pada sektor pertanian
dan berkaitan dengan hasil produksi, artinya ketersediaan pangan yang menjadi
kebutuhan rakyat bakal terancam, di Jawa Barat sendiri Dinas Tanaman Pangan dan
Hortikultura Provinsi Jawa Barat sudah menyiapkan solusi sebagai antisipasi
atas kekeringan akibat El Nino tersebut.
Bantuan Benih Tanam
Mengutif dari laman jabarprov.go.id untuk mempertahanan
produksi padi dalam menghadapi musim kemarau, Dinas Tanaman Pangan dan
Hortikultura Provinsi Jawa Barat akan membantu para petani dengan menyediakan
bantuan benih padi varietas tahan kering.
Dipastikan daerah-daerah yang menjadi lumbung padi nasional
di Jawa Barat akan diprioritaskan diantaranya Indramayu, Karawang, Cirebon,
Bekasi, Majakengka, dan Cianjur, menjadi prioritas utama dalam rangka
antaisipasi menghadapi El Nino.
Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan
dan Hortikultura (DTPH) Jabar Yanti Zakiah, selain bantuan benih, upaya yang
sudah dan sedang dilaksanakan di Jabar agar tidak berdampak pada produksi
antara lain juga menyediakan air yang cukup untuk target luas tanam tahun 2023
sekitar 1,8 juta hektare, dengan satu kali hingga ada yang bisa tiga kali
tanam.
Sampai Juni 2023, dari alokasi sebanyak 75.000 ha bantuan
benih sudah disalurkan untuk 53.000 ha, belum lagi bantuan dari Pemerintah Pusat.
Benih padi varietas tahan kering yang disediakan, di antaranya Impari, Impago,
Cakrabuana, dan Situ Bagendit. Ada 448 varietas padi yang sudah diluncurkan
Kementerian Pertanian yang dapat dijadikan pilihan petani.
Pola Tanam
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat,
menekankan agar para petani untuk tidak memaksakan diri menanam padi di saat
musim kemarau, mengatur pola tanam dengan menanam umbi dan kacang-kacangan yang
tahan kering.
Provinsi Jawa Barat optimis bisa melalui dengan aman musim kemarau akibat El Nino tahun 2023, dengan hasil produksi beras tahun 2022 yang mencapai 8 juta ton, jabar surplus untuk memenuhi kebutuhan sendiri yang hanya sekitar 6,4 juta ton di tahun 2023 ini.
(*) Ketua LP3 Jabar
(**)Sekretaris Forum Ormas Jabar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar